Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Viral Pengalaman Gay atau Homosek Pertama Johan
Topoin.com - Di suatu tempat di Palembang, hiduplah sepasang sahabat karib. Johan dan Rudi sudah bersahabat sejak kecil. Seiring dengan berlalunya waktu, mereka tumbuh dewasa. Johan kehilangan Rudi saat Rudi memutuskan untuk bekerja di Bandung. Pada saat itu, umur mereka sudah genap 20 tahun. Meskipun mereka berteman akrab, namun Johan tidak pernah mengetahui rahasia terbesar Rudi. Rudi diam-diam memendam hasrat homoseksual pada Johan. Tapi celakanya, Johan 100% heteroseksual, sama sekali tidak pernah memikirkan ataupun membayangkan hubungan homoseksual.
Johan sendiri merupakan cerminan dari figur seorang pria sejati yang jantan. Wajahnya nampak tangguh dan maskulin berkat jambang dan kumis halus. Meskipun dia berkacamata, dia tetap nampak macho, jauh dari kesan kutu buku. Sehari-harinya, Johan suka mengenakan kaos oblong dan celana jeans ketat, sehingga bentuk tubuhnya yang jantan sering terekspos di balik pakaiannya. Aura kejantanan menyebar dari tubuhnya.
Saat dia berjalan keluar, para wanita dan pria gay diam-diam meliriknya dan membayangkan tubuh telanjangnya. Johan juga sadar bahwa dirinya seksi dan jantan, maka terkadang sering mempergunakan daya tariknya untuk mencicipi wanita. Tapi tak pernah terpikirkan olehnya untuk mencoba tubuh lelaki ataupun mencoba untuk dilayani oleh lelaki, sampai dia bertemu kembali dengan Rudi.
“Kamu nampak makin ganteng, Johan,” kata Rudi, duduk di sampingnya.
Dua sahabat itu sedang duduk berduaan di suatu sore di rumah Johan. Kebetulan sekali, rumah Johan sedang kosong. Jantung Rudi deg-degan saat kehangatan tubuh Johan menyentuh tubuhnya. Ingin sekali dia memeluk sahabatnya itu, tapi apa jadinya jika Johan keberatan dan ngamuk. Tapi hasrat yang tertimbun dalam diri Rudi sudah terlalu besar, sebentar lagi akan meledak bagaikan gunung berapi.
“Badan kamu juga semakin keras saja. Kamu berolahraga?” Tangannya merajarela di atas tubuh Johan, merasakan lekuk tubuh seorang pria sejati.
“Tidak juga. Tapi omong-omong, emang saya ganteng beneran?” tanya Johan, penasaran.
Nada bicaranya setengah tertawa dan setengah serius. Sudah lama dia tidak bertemu Rudi, kangen sekali pada sahabatnya itu. Saat Rudi meletakkan tangannya di bahunya, Johan sama sekali tidak mencurigainya.
Terkait
“Benar, Johan. Kamu ganteng sekali. Aku..” Sesaat, Rudi terdiam, bingung harus berkata apa. Dia bingung apakah harus mengakui homoseksualitasnya pada Johan atau tidak.
“Johan, aku suka kamu.” Tanpa pikir panjang, Rudi membeberkan semuanya.
“Aku suka kamu, Johan,” ulangnya, matanya tertuju ke lantai. Tangannya ditarik mundur dari bahu Johan.
“Apa katamu? Kamu suka saya?” Johan terpana, terkejut.
“Kamu bercanda, kan?” tanyanya untuk memastikan. Tapi jawaban yang didapat Johan hanyalah gelengan kepala Rudi. Lanjut baca!

No comments :
Post a Comment
Leave A Comment...