Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Kisah Ngewe Inemku Yang Hobi di Anal 2

Aopok.comSetelah selesai mandi, Tika aku gandeng ke meja makan dan ternyata Intan sudah mulai mencicipi sarapan paginya. Aku lihat di meja makan sudah ada makanan lengkap dan aku pikir pasti Mbok Inemku yang masak dari bahan-bahan yang ada di kulkas.

“Selamat pagi.., Intan..”.
“Pagi om..”. Oh iya, Intan ini memang agak lain, dia memanggilku dengan sebutan om dan kalau aku perhatikan, Intan ini sedikit lebih dewasa dibandingkan Tika. Tika memang sifatnya agak sedikit manja.


“Intan.., mana Ibu kamu, kok nggak kelihatan..”.
“Ibu lagi mandi om.., Mbak Tika makan yuk bareng Intan..”.
“Iya dik.., Mbak Tika juga udah lapar banget..”.
Aku dengar memang di kamar mandi belakang ada suara orang yang lagi mandi. Aku ke kamarku untuk ambil handuk buat Mbok Inemku. Terus aku menuju ke belakang dan kuketuk pintunya. Mbok Inemku mungkin mengira yang mengetuk pintu adalah Tika sehingga pintunya dibuka lebar-lebar.

“Aaa.. deen..”.
Mbok Inemku berteriak keras banget sampai aku kaget. Dan yang bikin aku lebih kaget lagi adalah tubuh polosnya. Kepala Mbok Inem hanya bisa menunduk dengan wajah kemerahan menunjukkan rasa malu yang luar biasa. Tangan kanannya berusaha menutupi kedua payudara namun tidak bisa menampung semua kedua gundukan daging yang ada didadanya. Sedangkan tangan kirinya berusaha menutupi kemaluannya yang dipenuhi jembut yang luar biasa lebatnya.

Aku sendiri tidak beranjak dari pintu dan terus saja kuperhatikan Mbok Inemku ini. Adegan ini berlansung agak lama, sampai Mbok Inemku sendiri nggak tahan aku liatin terus.
“Aaa.. deen..”.
Sambil berkata itu, Mbok Inemku membalikkan badan berusaha menutupi bagian tubuh depannya. Aku sendiri tambah terpana setelah melihat bongkahan pantat Mbok Inemku. Aku terus berusaha untuk tidak meremas pantatnya dan memang aku berhasil.
Aku yakin kalau pembaca yang berada diposisiku, pasti sudah nggak tahan untuk menjamah tubuh montok Mbok Inemku.
Pembaca: “Uh.. dasar penulis sombong..”.
Eh.. bukannya aku sombong, memang aku sudah lama BERUSAHA latihan mengendalikan emosiku dengan meditasi. Kalau pembaca berusaha latihan terus, aku yakin pasti juga bisa seperti aku.

Tetapi pembaca sedikit benar kok tentang aku. Aku akhirnya melakukannya juga. Tetapi tidak sampai yang macem-macem lho.
Aku hanya mencubit pantatnya saja, nggak lebih dari itu.
“Aaa.. deenn..”. Mbok Inemku kaget sekali, tetapi dia tidak bergerak dan tetap dalam posisi membelakangiku.
Aku akhirnya punya ide yang sangat cemerlang. Aku yakin pembaca tidak akan mampu menciptakan ide sehebat ideku.
Pembaca: “Uuh.. dasar penulis sombong.. sok pinter..”.

Begini nih ideku. Tapi pembaca jangan nyontek ideku ya, sebab sudah aku hak patenkan, ya walaupun belum masuk MURI. Disaat dia masih terus membelakangiku, baju dan CDnya yang sudah lusuh aku ambil dari gantungan tanpa sepengetahuannya dan aku bawa kekamarku. Dikamar, ketika aku cium CDnya yang sudah tidak berbentuk itu, aduuh bau kewanitaannya sangat menyengat dan lagi-lagi aku mau muntah. Mungkin sudah berhari-hari tidak dicuci, ya karena hanya itu baju dan CDnya sehingga tidak ada gantinya.

Aku langsung ke meja makan ikut menikmati sarapanku bersama Tika dan Intan. Sambil menyantap hidangan di meja, aku arahkan pandangan mataku ke kamar mandi belakang dan aku masih bisa mendengar suara Mbok Inemku yang melanjutkan acara mandinya. Lanjut baca!

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia